Manufaktur
Di lantai produksi pada umumnya, proses produksi masih berjalan dengan kartu kerja kertas dan permintaan material manual, sehingga hambatan produksi baru terlihat setelah menyebabkan keterlambatan. Biaya produksi sebenarnya baru dapat disusun beberapa hari kemudian dari catatan material, tenaga kerja, dan sisa produksi yang terpisah-pisah. Keterlambatan ini membuat perencanaan dan penetapan harga sulit dilakukan secara meyakinkan.

Tantangan Bisnis Utama
- Visibilitas real-time yang terbatas terhadap status produksi dan keterlambatan di lantai produksi
- Perhitungan biaya produksi yang tidak akurat akibat pelacakan material, tenaga kerja, dan overhead yang terpisah
- Koordinasi rantai pasok yang terfragmentasi dengan pemasok bahan baku lokal maupun impor
- Kesulitan meningkatkan skala proses kontrol kualitas seiring bertambahnya volume produksi
Bagaimana ERP Membantu
- Modul Manufaktur memberikan pelacakan Perintah Kerja dan Kartu Kerja secara real-time untuk visibilitas penuh di lantai produksi
- Modul Stok memungkinkan perencanaan material yang akurat untuk menyelaraskan pasokan dengan jadwal produksi
- Modul Akuntansi menyediakan pelacakan biaya produksi yang presisi mencakup material, tenaga kerja, dan overhead
- Modul Pembelian mengoordinasikan lead time pemasok dan perencanaan pembelian untuk mengurangi hambatan bahan baku